Metodologi Dalam Menuntut Ilmu

MediaMuslim.InfoIbnu Jauzi mengatakan bahwa semangat para ulama mutaqaddimin (ulama-ulama terdahulu) sangat tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan karya-karya mereka yang merupakan intisari dari umur yang mereka miliki. Akan tetapi sebagian besar karya-karya mereka sudah tidak ada dan punah. Hal ini disebabkan karena semangat tholabul ilmi manusia saat ini begitu rendah.

Para ulama terdahulu  menyusun karya begitu banyak. Contoh-contoh yang ada dan yang paling banyak adalah Al Imam As-Suyuti, yang beliau sejak usia delapan tahun sudah menulis buku, yang di zaman kita, anak seusia ini membaca Al Fatihah saja belum lurus, shalat saja belum benar. Dan jumlah karya beliau lebih dari 800 buku, ada ulama yang mengatakan sampai  900 buku.

Al Imam Abu Ja’far Ibnu Jarir Ath-Thabari jumlah karyanya, muridnya mencoba menghitung usia beliau dari sejak beliau baligh sampai meninggal dunia dihitung berapa usianya (berapa hari), kemudian dihitung jumlah karya-karya yang beliau miliki, dan dari jumlah halaman yang ada dibagi dengan jumlah umurnya, rata-rata dalam sehari beliau menulis 14 lembar, dari semenjak beliau baligh sampai meninggal dunia.

Beliau rahimahulloh pernah bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah kalian sanggup belajar tafsir? Muridnya mengatakan “Berapa jumlahnya?” Beliau menjawab, “Jumlahnya 30 ribu lembar.” Murid-miridnya mengatakan “kami tidak sanggup.” Beliau mengatakan “innalilllah, semangat menuntut ilmu saat  ini begitu lemah.” Akhirnya beliau ringkas menjadi tiga ribu lembar, dan saat ini tafsir Ath-Thabari masih dianggap tafsir yang paling besar yang jumlahnya hanya seper sepuluh dari yang direncanakan, yang ketika itu murid-murid beliau menulis semua yang beliau sampaikan.

Kemudian beliau bertanya kepada murid-muridnya, “Siapkah kalian belajar sejarah alam semesta ini dari sejak diciptakannya alam semesta sampai zaman sekarang? Murid-muridnya bertanya, “Berapa jumlahnya.” Beliau menjawab,”Jumlahnya 30 ribu lembar.” Murid-muridnya menjawab, “kami tidak sanggup.” Kemudian beliau mengatakan lagi kepada murid-muridnya, “Semangat thalabul ilmi saat ini begitu rendah.” Beliau kecewa kepada mirid-muridnya akan rendahnya semangat mereka dalam menuntut ilmu. Akhirnya beliau ringkas lagi menjadi tiga ribu lembar. Dan itulah yang sampai ke tangan kita sekarang, meskipun ada beberapa bagian yang kurang akan tetapi tarikh Ath-Thabari masih dianggap tarikh yang cukup lengkap yang tebalnya berjilid-jilid dan memuat riwayat-riwayat, yang ketika beliau menyampaikan riwayat, beliau menyampaikannya dengan sanad. Hal ini menunjukkan keluasan ilmu beliau.

Ibnu Jauzi mengambarkan lagi bahwa sebagian besar dari karya-karya ulama  sudah punah, sudah tidak ada, dan hal ini desebabkan karena semangat thalabul ilmi begitu rendah, maka mereka mulai mencari kitab-kitab mukhtashar (ringkasan) Tarigh Dimasq yang tebalnya 80 jilid kemudian diringkas menjadi 7 jilid.

Kata Ibnu Jauzi, “Mereka tidak semangat untuk membaca buku-buku yang tebal.” Kitab Al Majmu’ tebalnya 23 jilid, Majmu’ Fatawa 30-sekian jilid, Siyyar A’lamin Nubala’ tebalnya 25 jilid dan banyak lagi kitab-kitab besar lainnya, yang jika kita melihat kitab-kitab ini ketika disusun, akan membentuk tulisan yang bersambung antara satu buku dengan buku yang lain.

Abbas bin Walid Al Faasi, salah seorang ulama yang punya banyak murid, ketika beliau meninggal dunia, di salah satu bukunya di bagian akhir buku tersebut tertulis, “Saya telah mempelajari buku ini sebanyak seribu kali.”

Kemudian dalam biografi Ibnu Tubban, dikatakan bahwa beliau belajar dari beberapa ulama dan membaca kitab Al Mudawwalah sebanyak seribu kali.

Ini hanyalah sedikit gambaran betapa besar semangat ulama-ulama salaf (terdahulu) dalam menuntut ilmu agama ini.

[Ditulis Ulang dari Kajian yang berjudul ‘Metodologi Dalam Menuntut Ilmu’]

Iklan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    Siwak Indonesia (@Si… di Keutamaan Bersiwak
    cara ziarah kubur se… di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    Madrasah Aliyah Keju… di Dimanakah Hati Kita Berla…
    arianto (@suk_ari) di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    nizhaambiq di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
  • Blog Stats

  • Serba Serbi Tautan


    Susu Kambing Halal
    Tutorial CMS
    MedicRoom
    Food & Drink
    Dede TD
    Global Mediator
    Business And Trade
    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
    Religion Blogs - Blog Top Sites
    My Popularity (by popuri.us)
  • RSS Info Sehat

  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: