Beli Barang Dapat Hadiah

MediaMuslim.Info – Dengan membanjirnya produk kebutuhan hidup plus menjamurnya pusat belanja akan memperbesar tingkat daya saing. Hal ini diperparah dengan kondisi pasar yang lesu akibat daya beli masyarakat yang cenderung menurun. Seakan kon­disi perekonomian rakyat tidak se­makin membaik, justru sebaliknya. Kondisi demikian tentu membuat pihak produsen dan penyalur harus berpikir keras demi terjualnya barangnya. Berbagai metode penjualan dari door to door hingga iming-iming hadiah semakin beragam. Intinya satu, menarik pembeli untuk berbelanja barang yang diproduksi penjual.

Setiap Anda belanja barang senilai Rp 500 ribu, maka berhak mendapat voucher belanja senilai Rp 100 ribu. Berlaku untuk kelipatannya” Anda tentu pernah menjumpai iklan semacam ini.

Mungkin pembaca pernah menjumpai sales yang menawarkan produk dari rumah ke rumah atau pada sebuah situs. Ba­hasa yang dipakai bukan menjual tapi mengantarkan hadiah. Untuk mendapatkan barang yang diklaim sebagai hadiah ini calon konsumen harus membayar uang senilai tertentu. Dalam kajian kali ini kita tak hendak membahas metode pen­jualan tersebut. Kasus yang dikaji kali ini adalah maraknya kupon berhadiah bagi produk tertentu atau hadiah yang disediakan oleh pusat belanja. Dengan berbelanja di tempat tertentu akan mendapatkan hadiah barang atau voucher belanja.

Tentu tidak setiap pembeli akan mendapatkan hadiah. Hanya pembeli tertentu, karena memenuhi syarat, yang akan mendapat­kannya. Pihak penyelenggara membuat syarat tertentu. Semakin banyak nilai belanjanya semakin besar kemungkinan mendapatkan hadiah. Secara psikologi masyarakat umum akan tertarik dengan hadiah yang ditawarkan. Akibatnya semangat belanja pun kembali menguat. Bukan sekadar ingin memenuhi kebutuhan hidupnya, namun ada dorongan untuk meraup hadiah yang kadang menggiurkan .Siapa yang tidak ingin belanja minyak goreng berhadiah sepeda motor.

Betul, bukan kebalik, bukan beli sepeda motor berhadiah minyak goreng. Demi mendapatkan motor impiannya kadang mendorong seseorang untuk memborong produk tertentu atau sering-sering belanja di pusat belanja tertentu. Pertanyaanya, bolehkah metode promosi semacam itu? Termasuk transaksi yang mubah atau terlarang? Kemudian hadiah yang ada layakkah dinikmati oleh pembeli? Status hadiahnya halal atau haram?

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz di bawah ini akan membantu menjawab pertanyaan tersebut: “Segala puji hanya milik Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga tercu­rah kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya. Kalau kita cermati, ada aktivitas sebagian pusat perbelanjaan yang memasang iklan di beberapa media massa. Dengan iklan itu pihak penjual menjanjikan hadiah untuk orang yang mau membeli barang dagangannya. Tentu hal ini akan menggoda sebagian orang untuk membeli barang dari pusat belanja yang beriklan tersebut. Sementara tempat belanja lainnya menjadi tidak diminati. Bisa juga hal itu membuat seseorang akan membeli barang yang sebenarnya tidak di­minatinya. Itu semua pengaruh dari iklan yang menyebabkan seseorang menjadi berambisi mendapatkan hadiah.

Bentuk muamalah tersebut termasuk dalam kategori qimar (judi), yang dilarang oleh hukum syariat. Transaksi demikian dapat menyeret pada perbuatan mema­kan harta orang lain secara tidak sah. Masyarakat akan menjadi tergiur mendapatkan hadiah se­hingga barang tersebut menjadi laris sementara kepunyaan pihak lain tidak laku. Barang yang ditawarkan dengan perjudian saja yang laris.

Dari kondisi itu saya melihat perlunya mengingatkan para pem­baca bahwa perbuatan seperti itu terlarang. Hadiah yang diperoleh­nya pun haram menurut syariat karena termasuk jenis maisir (judi).

Untuk para pedagang kami himbau untuk tidak melakukan model perdagangan dengan judi tersebut. Sudah semestinya para pedagang bersaing secara fair, dengan memberi kesempatan kepada orang lain untuk mendapat­kan apa yang didapatkannya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Alloh adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh. ” (QS: An-Nisa: 29-30)

Transaksi perjudian di atas bukanlah termasuk kategori perdagangan yang dibolehkan dengan dasar rasa saling rela. Sebaliknya termasuk jenis maisir, diharamkan oleh Alloh karena dilandasi dengan manipulasi, penipuan, dan perbuatan memakan harta orang lain secara tidaksah. Hal itu juga bisa berakibat akan menumbuhkan kebencian dan permusuhan di antara sesama manusia, sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, maisir (berjudi), (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Alloh dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS: Al­Maidah: 90-91)

Kepada Allohlah kita memohon taufik untuk semua kaum muslimin dalam melakukan hal yang diridhai­Nya dan bermaslahat bagi hamba­Nya. Kiranya Dia berkenan melin­dungi kita semua dari perbuatan yang menyalahi syariatnya. Sung­guh, Dia Mahakaya lagi Mahamulia. Shalawat dan salam semoga tercu­rah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

(Sumber Rujukan: Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah fi Al­Masail Al- ‘Ashriyyah min Fatawa Ulama’ al-Balad Al-Haram)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Pos-pos Terbaru

  • Komentar Terbaru

    Siwak Indonesia (@Si… di Keutamaan Bersiwak
    cara ziarah kubur se… di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    Madrasah Aliyah Keju… di Dimanakah Hati Kita Berla…
    arianto (@suk_ari) di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    nizhaambiq di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
  • Blog Stats

  • Serba Serbi Tautan


    Susu Kambing Halal
    Tutorial CMS
    MedicRoom
    Food & Drink
    Dede TD
    Global Mediator
    Business And Trade
    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
    Religion Blogs - Blog Top Sites
    My Popularity (by popuri.us)
  • RSS Info Sehat

  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: