Asal Usul Dan Pertumbuhan Madzhab Fiqih

 

MediaMuslim.Info – Pada masa tabi’in dan imam-imam mujtahid, muncul sederetan ulama dalam jumlah yang cukup banyak. Berbagai kawasan (negeri) Islam dipenuhi dengan ilmu dan ulama. Banyak diantara mereka yang mencapai tingkatan mujtahid mutlak. Sebagian ulama terbaik itu membuat metode yang digunakan untuk mengenal hukum-hukum. Akhirnya masing-masing mempunyai murid dan pengikut yang mengikuti metodenya. Metode ini yang kemudian dinamakan madzhab.

Madzhab fiqih yang masih ada sampai hari ini adalah Madzhab Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad. Ada beberapa madzhab yang telah habis pengikutnya seperti Madzhab Laits bin Sa’d, Madzhab Dawud Azh Zhahiri dan Ibnu Jarir Ath Thabari.

Orang yang memperhatikan madzhab-madzhab fiqih yang masih ada sampai sekarang akan mendapati bahwa setiap madzhab memiliki bangunan fiqih yang yang sangat kokoh dan kaya, memiliki karangan-karangan, kaidah-kaidah, prinsip-prinsip dan ulama-ulamanya. Akar madzhab-madzhab ini berhubungan erat dengan madzhab dan pendirinya.

Pendiri madzhab-madzhab ini adalah ulama-ulama terkenal. Mereka belajar kepada ulama-ulama sebelumnya apa yang mereka hafal dan faham dari warisan Nabi. Pada masa imam-imam, negeri-negeri Islam dipenuhi dengan ilmu dan ulama. Ilmu-ilmu syar’i mendominasi orang-orang yang memiliki akal yang cerdas, jiwa yang suci dan semangat yang tinggi. Ulama syari’ah pada waktu itu adalah orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat di masyarakat Islam.

Pemikiran para imam terbuka dengan cahaya wahyu dari al Qur`an dan as Sunnah, tidak terhalang kegelapan taqlid, -yang pada masa-masa kemudian- menghalangi akal untuk mendalami al Qur`an dan as Sunnah dalam menghadapi berbagai permasalahan dan persoalan baru yang dihadapi kaum muslimin pada masa itu.

Dengan ilmu wahyu yang mereka pelajari, mereka terangkat ke derajat yang tinggi. Mereka memantapkan madzhab mereka dan meninggalkan kekayaan ilmiyah yang begitu banyak untuk generasi berikutnya dalam mengetahui kebenaran dan memahami nash-nash.

Seorang ahli fiqih dari madzhab Syafi’i Al ‘Allamah Abu Syaamah berkata: “Imam Syafi’i membangun madzhabnya dengan bangunan yang kokoh; yaitu dengan berpegang teguh dengan al Qur`an, as Sunnah dan pandangan yang benar –berupa ijtihad yang dasar rujukannya al Qur`an dan as Sunnah- dan menguatkan pendapat yang paling dekat dengan al Qur`an dan as Sunnah.” Semua imam membangun madzhabnya dengan cara seperti ini.

Madzhab mereka tercermin dalam pendapat yang mereka tuangkan dalam buku-buku mereka, mereka imla`kan pada murid-murid mereka atau mereka jawab atas pertanyaan dan permintaan fatwa. Kemudian teman-teman dan murid-murid mereka membawanya (menyebarkannya).

Kemudian para pengikut imam inilah yang memiliki peran besar dalam memperluas ilmu para imam tersebut. Mereka menghafal dan menukilnya (baca: menyebarkannya). Seandainya mereka tidak melakukan hal itu, niscaya madzhab mereka akan lenyap. Lihatlah apa yang terjadi pada seorang ulama dari Mesir, al Muhaddits al Faqih Al Laits bin Sa’d –semoga Alloh Ta’aalaa merahmatinya-. Banyak ulama yang lebih mendahulukan beliau dari I‎mam Malik. Namun para pengikutnya tidak memelihara ilmunya. Imam Syafi’i -semoga Alloh Ta’aalaa merahmatinya- berkata: “Al Laits lebih mendalam pemahamannya dari Imam Malik, namun para pengikutnya tidak menjalankan kewajiban mereka (menjaga dan memelihara ilmunya).”

Peran para pengikut madzhab bukan terbatas pada menukil semua yang mereka dengar dan memperluas ilmu tersebut, tetapi mereka juga adalah orang-orang yang memiliki akal yang cerdas yang mampu melakukan penelitian dan istimbat. Oleh karena itu mereka juga melakukan ijtihad seperti yang dilakukan oleh para imam. Mereka tidak merasa berat untuk memilih pendapat yang berbeda dengan pendapat imam mereka jika memang kebenaran tidak sesuai dengan pendapat para imam tersebut.

Lihatlah yang dilakukan oleh para pengikut madzhab Imam Abu Hanifah, mereka juga turut berperan dalam membangun pondasi madzhab sekaligus mematangkannya. Buku buku Madzhab Hanafiyah menyebutkan bahwa para pengikut Imam Abu Hanifah yang juga mengarang buku seperti beliau sebanyak empat puluh orang. Mereka berbeda pendapat dalam menjawab permasalahan. Kemudian mereka mengajukan jawaban tersebut kepada beliau dan menanyakannya. Baliaupun menjawab dengan detail. Kemudian mereka membbiarkan masalah tersebut selama tiga hari setelah itu mereka menuliskannya dalam Diwan.

Nampaknya Diwan yang berisi masalah-masalah fiqih yang merupakan ijtihad Abu Hanifah dan para pengikutnya itulah mencerminkan pokok-pokok karangan fiqih yang disusun oleh para pengikut abu Hanifah dikemudian hari.

Buku-buku pegangan Madzhab Hanafiyah tidak membatasi madzhab pada pendapat Abu Hanifah. Pendapat madzhab bisa berupa pendapat Abu Hanifah, pendapat Abu Yusuf, pendapat Muhammad Hasan, pendapat Zufar atau pendapat Hasan bin Ziyad.

(Sumber Rujukan: Al Madkhal Ila Dirasatil Madarisi Wal Madzahibil Fiqhiyyah, DR. Umar Sulaiman Al Asyqar)

Iklan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    Siwak Indonesia (@Si… di Keutamaan Bersiwak
    cara ziarah kubur se… di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    Madrasah Aliyah Keju… di Dimanakah Hati Kita Berla…
    arianto (@suk_ari) di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    nizhaambiq di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
  • Blog Stats

  • Serba Serbi Tautan


    Susu Kambing Halal
    Tutorial CMS
    MedicRoom
    Food & Drink
    Dede TD
    Global Mediator
    Business And Trade
    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
    Religion Blogs - Blog Top Sites
    My Popularity (by popuri.us)
  • RSS Info Sehat

  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: