Tidak Semua Disandarkan Kepada Imam Madzhab

MediaMuslim.Info – Setiap madzhab memuat pendapat dan ijtihad Imam Madzhab dan pendapat dan ijtihad ulama-ulama madzhab yang bersangkutan. Oleh karena itu tidak semua pendapat boleh disandarkan kepada pendiri madzhab.

Kadang ada pernyataan: Madzhab Syafi’i dalam masalah ini demikian. Orang yang mengatakan demikian tidak bermaksud mengatakan bahwa Imam Syafi’i telah berpendapat dan berfatwa demikian, tetapi bermaksud menjelaskan bahwa hukum yang yang dijadikan pegangan memberikan fatwa dalam madzhab Syafi’iyah.

Adapun yang menjadi pegangan dalam madzhab kadang pernyataan yang dilontarkan oleh Imam, pernyataan yang disandarkan pada Imam dengan mengqiyaskan kepada pendapatnya, mengambil isyarat Imam, atau kadang pendapat murid atau pengikut Imam atau murid dan pengikut murid Imam Madzhab, atau pendapat seseorang atau beberapa orang ulama madzhab. Bisa juga perkataan pengikut dan murid Imam Madzhab atau ulama madzhab berbeda dengan pernyataan Imam Madzhab. Kadang tidak pernah dinukil ada pernyataan atau hukum (yang dikeluarkan oleh) Imam Madzhab.

Beberapa argumen yang menunjukkan tidak boleh menisbatkan (menyandarkan) semua yang ada di madzhab kepada Imam Madzhab:

  1. Para ulama telah menetapkan bahwa tidak boleh menisbatkan (menyandarkan) suatu perkataan kepada orang yang diam. Selain itu para ulama juga telah menetapkan bahwa madzhab seseorang adalah sesuatu yang dikatakan oleh yang bersangkutan dan terus dipegang sampai akhir hayatnya.

  2. Dalam setiap madzhab memuat banyak pendapat mujtahid madzhab yang saling bertentangan. Bagaimana mungkin akan menyandarkan semua pendapat tersebut kepada Imam Madzhab padahal saling bertentangan.

  3. Banyak terjadi kesalahan dalam menukil pendapat Imam Madzhab, mangqiyaskan terhadap pendapat mereka dan keluar dari kaidah-kaidah mereka. Banyak fuqaha yang menganggap semua itu sebagai madzhab Imam madzhab. Bahkan banyak ulama mutaakhir yang memasukkan pendapat yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip, kaidah-kaidah dan masalah-masalah (yang dilontarkan oleh) Imam Madzhab, khususnya masalah-masalah yang merupakan pengandaian (jika terjadi) yang kebanyakan merupakan hal-hal yang mustahil.

Sebagian ulama membenarkan menyandarkan pendapat-pendapat yang berasal dari ulama Madzhab kepada Imam Madzhab.

Ulama-ulama yang berpendapat yang belum pernah dilontarkan oleh imam mereka boleh menyandarkan pendapat mereka kepada imam mereka, karena mereka berjalan dalam metode yang dijalani imam dan mengikuti jalannya dalam ijtihad, Kadang-kadang mereka berpendapat dengan pendapat yang berbeda dengan imamnya karena ada hadits yang mereka ketahui tetapi tidak diketahui oleh Imam Madzhab. Semua Imam telah memerintahkan para pengikutnya untuk mengikuti hadits shahih dan memasukkannya sebagai madzhab.

Sebagian ulama menganggap pendapat ulama madzhab juga madzhabnya imam, meskipun berbeda dengan pendapat Imam Madzhab karena banyak hukum yang ditetapkan oleh para mujtahid dari suatu madzhab berdasarkan pada kebiasaan dan (kondisi) zamannya yang kadang berubah karena perubahan zaman, karena kerusakan zaman atau karena tuntutan yang bersifat umum. Suatu hukum berubah karena perubahan zaman. Bisa jadi karena tuntutan keadaan, kebiasaan atau faktor-faktor keadaan (lainnya). Semua itu tidak dianggap keluar dari madzhab, karena seandainya Imam Madzhab hidup di zaman tersebut niscaya akan berpendapat seperti itu. Seandainya perubahan ini terjadi pada zamannya (Imam madzhab) tentu akan berpendapat lain. Inilah yang mendorong para mujtahidin dalam madzhab Hanafi dan ulama-ulama mutaakhir yang memiliki cara pandang yang benar untuk berpendapat dengan sesuatu yang berbeda dengan Imam madzhab.

(Sumber Rujukan: Al Madkhal Ila Dirasatil Madarisi Wal Madzahibil Fiqhiyyah, DR. Umar Sulaiman Al Asyqar)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Pos-pos Terbaru

  • Komentar Terbaru

    Siwak Indonesia (@Si… di Keutamaan Bersiwak
    cara ziarah kubur se… di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    Madrasah Aliyah Keju… di Dimanakah Hati Kita Berla…
    arianto (@suk_ari) di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    nizhaambiq di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
  • Blog Stats

  • Serba Serbi Tautan


    Susu Kambing Halal
    Tutorial CMS
    MedicRoom
    Food & Drink
    Dede TD
    Global Mediator
    Business And Trade
    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
    Religion Blogs - Blog Top Sites
    My Popularity (by popuri.us)
  • RSS Info Sehat

  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: