Memakai Pil Pencegah Haid agar Bisa Berpuasa

MediaMuslim.InfoBagi umat muslim baik dari kalangan laki-laki maupun wanita yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh subhaanahu wa ta’alaa, tentu sangat merindukan dan mengharapkan kedatangan bulan Romadhon dan ingin mengisinya dengan berbagai amalan Ibadah dengan semaksimal mungkin. Bagi setiap muslimah, sudah menjadi ketetapan Alloh subhaanahu wa ta’alaa bahwa wanita memiliki sebuah halangan yaitu Haid setiap bulannya. Sehingga mengharuskan bagi mereka untuk meninggalkan ibadah Sholat dan Puasa.

Zaman yang penuh dengan berbagai kemajuan ini, telah menemukan sebuah teknik yang dapat menghentikan atau menahan Haid yang menurut kalangan medis tidak berbahaya yaitu Pil pencegah haid. Sehingga sebagian muslimah memanfaatkan Pil pencegah haid karena ingin menggapai kesempurnaan ibadah di bulan Romadhon. Tapi Apakah hal ini diperbolehkan dalam syariat Islam, halalkah atau haramkah?

Dalam perkara ini Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin pernah memberikan beberapa penjelasan diantaranya:

Beliau mengatakan bahwa wanita yang mendapatkan haidh di bulan Romadhon, bahwa haidh yang mereka alami itu, walaupun pengaruh dari haidh itu mengharuskannya meninggalkan shalat, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya, adalah merupakan ketetapan Alloh subhaanahu wa ta’alaa, maka hendaknya kaum wanita bersabar dalam menerima hal itu semua, maka dari itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah yang kala itu sedang haidh, yang artinya: “Sesungguhnya haidh itu adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan kepada kaum wanita”.

Maka kepada para muslimah marilah kita menghayati dan mengamalkan, bahwa haidh yang dialami oleh dirinya adalah suatu yang telah Alloh subhaanahu wa ta’alaa tetapkan bagi kaum wanita, maka hendaklah wanita itu bersabar dan janganlah menjerumuskan dirinya ke dalan bahaya, sebab kami telah mendapat keterangan dari beberapa orang dokter yang menyatakan bahwa pil-pil pencegah kehamilan berpengaruh buruk pada kesehatan dan rahim penggunanya, bahkan kemungkinan pil-pil tersebut akan memperburuk kondisi janin wanita hamil.

(Sumber Rujukan: Durus wa Fatawa Al-Harram Al-Makki, Ibnu Utsaimin, 3/273-274)

1 comment so far

  1. draguscn on

    Sehubungan dengan kemajuan teknologi (ilmu Allah juga kan ..) telah ditemukan beberapa preparat obat yang diyakini keamanannya bisa dipertanggungjawabkan apalagi bila hanya menunda 2-3 minggu (seperti pada haji dan puasa ramadhan) ..
    Kalo seperti ini kira-kira boleh ngga memakai obat?

    pil-pil tersebut akan memperburuk kondisi janin wanita hamil

    Mohon maaf, kalo terhadap janin memang penggunaan obat tadi jelas tidak relevan .. kan sudah hamil ..


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Pos-pos Terbaru

  • Komentar Terbaru

    Siwak Indonesia (@Si… di Keutamaan Bersiwak
    cara ziarah kubur se… di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    Madrasah Aliyah Keju… di Dimanakah Hati Kita Berla…
    arianto (@suk_ari) di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    nizhaambiq di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
  • Blog Stats

  • Serba Serbi Tautan


    Susu Kambing Halal
    Tutorial CMS
    MedicRoom
    Food & Drink
    Dede TD
    Global Mediator
    Business And Trade
    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
    Religion Blogs - Blog Top Sites
    My Popularity (by popuri.us)
  • RSS Info Sehat

  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: