Ketika RAMADHAN Begitu Berharga.

MediaMuslim.InfoTak terasa, Romadhon kembali menjumpai kita semua. Marilah kita bersyukur kepada Alloh ‘Azza wa Jalla atas nikmat ini, karena berapa banyak orang terdekat kita dengan terpaksa tidak bisa menikmati kembali Romadhon tahun ini, entah karena sakit atau harus berpulang kehadapan Alloh ‘Azza wa Jalla. Tapi apa hanya dengan begitu saja lantas kita biarkan hari-hari Romadhon ini berlalu begitu saja? Apakah cukup dengan sekedar ucapan Ahlan Wa Sahlan Yaa Ramadhan kita akan mengisi bulan penuh kebaikan ini?

Lantas… Berapa banyak dari kita yang berpuasa hanya karena ikut-ikutan dan menjadikannya hanya seolah tradisi belaka? Apa kita juga mau yang demikian? tentu tidak!!!. Jangan biarkan puasa ini hanya kita jadikan sebagai rutinitas yang kosong dan tidak bermakna. Tak ada salahnya dan kembali berulang-ulang, marilah kita kembali merenungkan…ada apa sih dengan Romadhon???

Wahai orang yang tidak merasa cukup berbuat maksiat di bulan Rajab…
Sehingga masih bermaksiat pula di bulan Sya’ban..
Sungguh bulan puasa ini telah menaungimu sesudah keduanya..
Karenanya, jangan kau jadikan bulan ini sebagai bulan kemaksiatan..
Bacalah Al-Qur’an dan bertasbihlah dengan kesungguhan…
Bila engkau telah mengerti diantara orang yang berpuasa tahun lalu..
Di antara keluarga, tetangga dan saudara-saudara…
Kini telah dijemput oleh maut yang kini juga menunggu giliranmu…
Karena itu…bergegaslah dengan amal shalih
Karena betapa dekatnya maut menjemput kita…

Datangnya bulan Romadhon merupakan nikmat yang sangat besar bagi siapa saja yang mau menunaikan haknya dengan kembali kepada Alloh‘Azza wa Jalla dari bermaksiat kepada-Nya menuju ketaatan kepada-Nya. Coba sesekali kita renungkan…apa saja yang kita lakukan sebelum Romadhon tiba? Coba dibandingkan, banyak baik atau jeleknya ya? Jangalah malu dan enggan untuk introspeksi…daripada salah dan dosa terus tanpa dibarengi tobat. Tak ada salahnya jika kita mulai lagi lembaran kehidupan ini dengan sesuatu yang lebih mulia dan berharga…yaitu jalan ketakwaan kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Bukankah hal itu untuk kebaikan masa depan kita yang sebenarnya, yaitu masa depan di dunia dan akhirat. Tak ada salahnya, Romadhon kali ini kita jadikan tonggak dan awal sejarah baru kita, dari yang dulunya aktivis “dugem” (dunia gemerlap) sekarang menjadi aktivis mesjid…hebat nggak?

Saudaraku sekalian, kita sekarang sedang dinaungi oleh bulan yang mulia dimana Alloh ‘Azza wa Jalla melipat gandakan pahala dan karunia-Nya, membukakan pintu-pintu kebaikan bagi siapa saja yang Ia sukai. Pintu-pintu surga dibuka karena banyaknya amal shalih serta sebagai dorongan kepada orang-orang yang mau beramal shalih. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya kemaksiatan dari orang beriman. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita mulai mencicil tabungan akhirat ini dengan banyak beramal shalih. Nggak usah bingung…mulai dari yang kecil dulu…dan, nggak usah muluk-muluk…mulai dulu dari diri kita sendiri, karena Alloh ‘Azza wa Jalla itu senang dengan amal yang rutin walau kayaknya kecil.

Kemudian…bagaimana dengan Romadhon sendiri? Memang…di bulan ini banyak sekali Alloh memberikan keutamaan dibanding bulan-bulan lainnya dalam setahun. Apalagi, kita sebagai muslim yang baligh, berakal, mukim (bukan musafir), mampu (untuk menjalankan puasa) maka diwajibkan berpuasa sebulan penuh. Diantara keutamaan puasa di bulan Romadhon ini yaitu ia menjadi penyebab diampuninya dosa dan dihapuskannya kesalahan-kesalahan. Nah, instan bukan? Dalam shahih Muslim disebutkan riwayat dari Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Sholat yang lima (waktu), Jum’at ke Jum’at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menghapuskan (dosa-dosa) yang ada di antara keduanya, jika dosa-dosa besar dijauhi.”

Keutamaan lainnya dari puasa Romadhon adalah bahwa pahalanya tidak terbatas dengan jumlah tertentu, akan tetapi orang yang berpuasa akan diberi pahala tanpa hitungan. Puasa merupakan perisai bagi orang yang menjalankannya dengan baik. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Alloh ‘Azza wa Jalla daripada aroma kesturi, hal tersebut timbul karena melaksanakan ketaatan kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Dan…orang yang berpuasa akan memperoleh dua kesenangan, kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika kelak bertemu dengan Tuhannya Alloh ‘Azza wa Jalla. Ia akan senang ketika Alloh ‘Azza wa Jalla memberikan balasan amal puasanya secara utuh…belum lagi dipersilahkan baginya masuk ke dalam surga dari pintu Royyan yang memang dikhususkan bagi ahli puasa. Nah … siapa mau ???

Wah, pahala puasa memang luar biasa. Namun ingatlah, tidaklah hanya sebatas menahan makan minum saja agar kita bisa mendapatkan pahala dari Apa cuman segitu aja..masak cuman dengan. Hal ini tergantung juga kualitas puasa yang kita jalankan. Jadi bagaimana caranya mengisi hari-hari penantian berbuka tersebut biar puasa kita sukses? Enaknya ngapain hayoo? Apa dengan tidur seharian, paling-paling bangun hanya untuk ke kamar mandi…(eh tidurnya orang berpuasa kan berpahala – katanya). Eh ada lagi yang sukanya jalan-jalan, mending jalan-jalan euy,biar laparnya gak terasa, ntar pulang langsung buka…katanya. Temen yang lain menimpali, eit mending nonton TV lho…banyak acara-acara yang dikemas secara ‘islami’..ada sinetron islami, musik islami, film-film islami, de el el. Yah..beragam kegiatan memang, lantas apa masih bingung memilih?

Ketahuilah, bahwa puasa itu mempunyai banyak sekali adab yang mendukung kesempurnaannya, ada yang wajib dan ada yang sunnah. Dalam menjalankan puasa tentunya kita ingin mengisi hari-harinya dengan ketaatan yang akan mendukung kesempurnaan puasa kita. Karena, ada banyak orang yang berpuasa tapi cuman dapat rasa haus dan lapar aja.. apa nggak rugi kalo begitu?

Adab-adab yang wajib itu diantaranya melaksanakan kewajiban yang Alloh ‘Azza wa Jalla tentukan bagi seorang muslim, misalnya sholat fardhu lima kali sehari yang merupakan rukun Islam yang sangat ditekankan sesudah syahadatain. Kita (muslim laki-laki) wajib menjaganya tepat pada waktunya dengan berjamaah di masjid. Adab wajib yang lain misalnya harus menjauhi seluruh larangan yang diharamkan Alloh ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Nggak boleh bohong, ngrasani kejelekan orang lain, adu domba, fitnah dan perbuatan tercela lainnya. Jabir berkata: “Jika engkau berpuasa, maka puasakan pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lidahmu dari berkata dusta dan hal-hal yang haram…”

Sedangkan adab-adab puasa yang disunnahkan adalah makan sahur di akhir malam dan menyegerakan dalam berbuka puasa, sholat malam (tarawih) – sangat dianjurkan untuk berjamaah di mesjid, banyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdo’a, sholat dan sedekah serta segala bentuk kebaikan yang lain. Oleh karenanya, bersungguh-sungguhlah kita untuk beramal shalih terutama membaca Al-Qur’an yang penuh berkah. Kaum muslim terdahulu yang shalih selalu memperbanyak bacaan Al-Qur’an di bulan Romadhon, yakni Zuhri ketika Romadhon tiba selalu mengatakan ia adalah bulan untuk membaca Al-Qur’an dan memberi makanan. Sedangkan Imam Malik jika Romadhon tiba, beliau berhenti dari membaca hadits dan majelis ilmu (berhenti mengajar) untuk kemudian berganti membaca Al-Qur’an. Qatadah selalu mengkhatamkan Al-Qur’an setiap tujuh hari sekali, sedangkan pada bulan Romadhon setiap tiga hari sekali dan pada sepuluh hari terakhir mengkhatamkannya setiap hari.

Masih bingung cari kegiatan? Coba deh sedikit introspeksi diri..berapa banyak kita membaca Al-Qur’an selama ini? Sudah betulkah bacaan kita? Sudah pahamkah? Sudahkah kita beramal dengan apa yang Al-Qur’an ajarkan? Maka, teladanilah orang-orang pilihan itu dan ikutilah jalan mereka. Gunakanlah sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada, baik di waktu siang maupun malam dengan amal yang bisa mendekatkan kita kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Usia ini akan terlipat dengan begitu cepatnya, sedangkan waktu akan terus berlalu.

Nah,..marilah kita mulai Romadhon ini dengan bertaubat kepada Alloh ‘Azza wa Jalla dari bermaksiat kepada-Nya. Memang, yang namanya manusia itu selalu saja tidak lepas dari tindak kesalahan dan kekurangan. Kita memang suka berbuat salah, namun sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat. Mulailah sesuatu yang baru dan bermanfaat. Pelajarilah Islam dengan baik sesuai dengan pemahaman para sahabat Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti mereka. Berpuasalah pada hari ini dengan menahan diri dari segala keinginan hawa nafsu agar kita bisa mendapatkan hari raya ketika bertemu dengan-Nya. Wallahu A’lam

< Prev   Next >

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Pos-pos Terbaru

  • Komentar Terbaru

    Siwak Indonesia (@Si… di Keutamaan Bersiwak
    cara ziarah kubur se… di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    Madrasah Aliyah Keju… di Dimanakah Hati Kita Berla…
    arianto (@suk_ari) di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    nizhaambiq di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
  • Blog Stats

  • Serba Serbi Tautan


    Susu Kambing Halal
    Tutorial CMS
    MedicRoom
    Food & Drink
    Dede TD
    Global Mediator
    Business And Trade
    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
    Religion Blogs - Blog Top Sites
    My Popularity (by popuri.us)
  • RSS Info Sehat

  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: