Tausiah Seputar Romadhon: Jangan Begadang

MediaMuslim.InfoSebagian orang malah begadang sepanjang malam, yang hal tersebut hanya membawa dampak negatif, baik berupa obrolan kosong, permainan yang tidak ada manfaatnya ataupun keluyuran di jalanan. Mereka makan sahur di pertengahan malam dan tertidur sehingga tidak melaksanakan shalat Shubuh berjamaah

Dalam hal inl banyak hal-hal yang dilarang, di antaranya adalah:

  1. Begadang tanpa manfaat, padahal Nabi shallAllohu ‘alaihi wasallam sangat membenci tidur sebelum shalat Isya’ dan berbicara sesudahnya, kecuali dalam hal-hal yang baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Mas’ud, yang artinya: “Tidak diperkenankan bercakapcakap di malam hari kecuali bagi orang yang sedang mengerjakan shalat atau sedang bepergian.” (HR: Ahmad, As-Suyuti menandainya sebagai hadits hasan).

  2. Tersia-siakannya waktu yang amat mahal di bulan Romadhon dengan percuma, padahal manusia akan merugi sekali dari setiap waktunya yang berlalu tanpa diisi dengan dzikir sedikit pun kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

  3. Mendahulukan sahur sebelum saat yang dianjurkan dan disunnahkan yakni di akhir malam sebelum fajar.

  4. Dan musibah terbesar adalah ia tertidur hingga meninggalkan shalat Shubuh tepat pada waktunya dengan berjamaah, padahal pahalanya sebanding dengan melaksanakan shalat separuh malam bahkan semalam suntuk, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Utsman radhiAllohu ‘anhu bahwasanya Nabi shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa mendirikan shalat Isya’ dengan berjamaah;maka ia bagaikan melaksanakan shalat separuh malam; dan barangsiapa shalat shubuh berjamaah maka ia bagaikan shalat semalam suntuk.” (HR: Muslim).

Oleh karena itu, mereka yang selalu mengakhirkan shalat dan bermalas-malasan dalam melaksanakannya serta menghalangi dirinya sendiri dari keutamaan dan pahala shalat berjamaah yang agung berarti memiliki sifat-sifat orang munafik.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Alloh, dan Alloh akan membalas tipuan mereka; Dan apabila mereka mendirikan shalat mereka mendirikannya dengan malas.” (QS: An-Nisaa’: 142).

Nabi shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya shalat yang terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya’ dan Shubuh, jika mereka mengetahui pahalanya, niscaya mereka mendatanginya kendatipun dengan merangkak.” (HR: Al-Bukhari dan Muslim).

Maka sudah selayaknya -terutama di bulan Romadhon- setiap muslim segera tidur setelah melaksanakan shalat tarawih, lain secepatnya bangun di akhir malam, kemudian shalat malam dan menyibukkan diri dengan dzikir, do’a, istighfar dan taubat sebelum dan seusai sahur hingga shalat fajar.

Tetapi lebih utama lagi jika ia habiskan malam harinya dengan membaca dan mempelajari Al-Qur’an, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi shallAllohu a’alaihi wasallam bersama Malaikat Jibril.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala memuji dan menyanjung orang-orang yang memohon ampunan di akhir malam, sebagaimana dalam firman-Nya, yang artinya: “Mereka sedikit sekali ridur di malam hari, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan kepada Alloh).” (QS: Adz-Dzaariyaat:17-l8).

Nabi shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Alloh Subhanahu wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam sewaktu malam tinggal sepertiga bagian akhir, lantas berfirman, ‘Barangsiapa berdo’a akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang memohon pasti Aku perkenankan. Barangsiapa minta ampun niscaya Aku mengampuninya, hingga terbit fajar.” (HR: Muslim)

Maka sudah sepantasnya bagi setiap muslim yang selalu berharap rahmat Tuhannya dan takut terhadap siksaNya- memanfaatkan kesempatan penting ini, dengan berdo’a dan mohon ampun kepada Alloh untuk dirinya, kedua orang tuanya, anak-anaknya, segenap kaum muslimin dan para penguasanya. Memohon ampun dan bertaubat kepada Alloh di setiap malam bulan Romadhon dan di setiap saat dari umurnya yang terbatas sebelum maut menjemput, amal perbuatan terputus dan penyesalan berkepanjangan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan bertaubatlah kalian semua orang-orang yang beuiman supaya kalian beruntung.” (QS: An-Nuur: 31)

Ya Alloh Subhanahu wa Ta’ala terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan ke haribaan Nabi Muhammad shallAllohu ‘alaihi wasallam, segenap keluarga dan para sahabatnya.

< Prev   Next >
Iklan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    Siwak Indonesia (@Si… di Keutamaan Bersiwak
    cara ziarah kubur se… di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    Madrasah Aliyah Keju… di Dimanakah Hati Kita Berla…
    arianto (@suk_ari) di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
    nizhaambiq di Cara Berziarah Kubur Sesuai De…
  • Blog Stats

  • Serba Serbi Tautan


    Susu Kambing Halal
    Tutorial CMS
    MedicRoom
    Food & Drink
    Dede TD
    Global Mediator
    Business And Trade
    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
    Religion Blogs - Blog Top Sites
    My Popularity (by popuri.us)
  • RSS Info Sehat

  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: